Kehamilan yang ke-2 jauh berbeda. Semuanya berbeda. Tapi yang paling terasa adalah perubahan suasana hati yang kadang tidak terkontrol datang dan perginya.
Yang lebih terasa lagi saat menghadapi tingkah laku Yara yang kadang memang butuh kesabaran yang sangat extra. Kata orang kalo mo punya adek lagi biasanya tingkah laku calon kakak memang agak berbeda. Yara juga berbeda. Dari anak manis menjadi anak yang butuh perhatian dan penanganan extra.
Terkadang saking tidak bisa mengontrol emosi, kadang kelepasan marah and hext time is melihat Yara nangis sedih karena dimarahin. Akhirnya memang luluh juga melihat dia, jadinya nangis bersama. Yang sedihnya lagi pas Yara liat Vy nangis dia bilang “Bunda Nangis” sambil mengusap air mata Vy. She is such a lovely daughter.
Akhirnya, memang Yara tidak bisa disalahkan karena tingkahnya seperti itu. Memang bukan salah dia. Ini adalah bagian menjadi ortu yang selalu belajar dari anak2nya. Sekarang setiap tingkah laku extra itu dihadapi dengan mengikuti apa yang dia mau dengan kerewelan yang Subhanallah without saying anything. Keep silence, itu lebih baik. Paling ujung2nya untuk melepaskan emosi menangis sendiri.
Apakah ini sekedar hormon atau memang inilah yang dinamakan pelajaran kehidupan sebagai orang tua?